Jumat, 28 Desember 2012

LAPORAN PRAKTIKUM GENETIKA PERANAN GEN YANG DIPENGARUHI SEKS


LAPORAN PRAKTIKUM GENETIKA
PERANAN GEN YANG DIPENGARUHI SEKS
KIKY WIDYA LOKA RRA1C410044

ABSTRAK
Panjang jari telunjuk dipngaruhi oleh gen-gen yang dominannya bergantung dari jenis kelamin individu. Apabila kita meletakkan tangan kanan atau tangan kiri kita pada sehelai kertas yang terdapat sebuah garis mendatar sedemikian rupa sehingga ujung jari manis menyentuh garis tersebut, maka dapat kita ketahui apakah jari teluntuk kita lebih panjang atau lebih pendek dari jari manis. Pada kebanyakan orang, ujung jari telunjuk tidak akan mencapai garis, itu berarti jari telunjuk lebih pendek dari jari manis. Jari telunjuk lebih pendek dari jari manis disebabkan oleh gen yang dominan. Sidik jari merupakan salah satu pola yang sering digunakan untuk mengindentifikasi indentitas seseorang karena polanya yang unik, terbukti cukup akurat, aman, mudah, dan nyaman bila dibandingkan dengan sistem biometrik yang lainnya. Hal ini dapat dilihat pada sifat yang dimiliki oleh sidik jari yaitu guratan-guratan pada sidik jari yang melekat pada kulit manusia seumur hidup, sidik jari seseorang tidak pernah berubah kecuali mendapatkan kecelakaan yang serius, dan sidik jari adalah unik dan berbeda untuk setiap orang. Praktikum dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 08 Desember 2012 bertepatan di gedung G3.

KATA KUNCI: sex influence genes ,classification formula



PENDAHULUAN
Rumus sidik jari merupakan salah satu cara identifikasi. Dalam dunia kepolisian, rumus jari digunakan sebagai cara untuk menidentifikasi seseorang. Karena sidik jari merupakan bentuk yang unik dan berbeda pada setiap orang, maka rumus sidik jari pun akan berbeda pada tiap orang. Perumusan sidik jari (classification formula) merupakan pembubuhan tanda pada tiap-tiap kolom kartu sidik jari yang menunjukkan interprestasi mengenai bentuk pokok, jumlah bilangan garis, bentuk loop, dan jalannya garis (Soepriyo, 1989).
Gen merupakan segmen segmen DNA, bahwa DNA adalah suatu polimer yang terdiri dari empat jenis monomer yang berbeda yang dinamkan nukleotida. Penurunan sifat sifat herediter memiliki basisi molekuler yaitu raplikasi persis DNA, dan menghasilkan salina salinan gen yang dapat diteruskan dari orang tua ke keturunannya. Pada hewan dan tumbuhan, pengiriman gen dari generasi ke generasi selanjutnya ini dilakukan oleh sperma dan ovum (telur yang belum dibuahi). Setelah sperma bersatu (sel telur tunggal) maka gen dari kedua orang tuanya hadir dalam nucleus dari telur yang telah dibuahi tersebut. DNA dari suatu sel eukarotik dibagi lagi menjadi kromosom di dalam nucleus tersebut (Campbell, 2000).

Apabila kita meletakkan tangan kanan atau kiri kita pada suatu alat dimana terdapat sebuah garis mendatar yang sedemikian rupa sehingga ujung jari manis menyentuh garis tersebut, maka dapat kita ketahui apakah jari telunjuk kita akan lebih panjang atau lebih pendek dari jari manis. Pada kebanyakan orang,ujung jari telunjuk tidak akan mencapai garis itu, berarati bahwa  jari telunjuk lebih pendek dari jari manis.jari telunjuk pendek disebabkan oleh gen yang dominan pada orang laki laki dan resesif pada orang perempuan (Suryo, 2004). Kecuali gen gen terangkai kromosom kelamin  dikenal pula gen gen yang dipengaruhi oleh seks dan gen gen yang dibatasi seks. Maka kita akan mengenal sesuatu sifat yang disebabkan oleh gen gen yangdipengaruhi seks (sex influenced genes) (Hartati, 2006).

Semua jenis keturunan atau kejadian yang diterangkan di muka ditentukan oleh gen yang terdapat pada autosom. Selain gen-gen dikenal pula gen-gen yang demikian ini disebut gen-gen terangkai kelamin. Peristiwa dinamakan rangkai kelamin atau dalam inggrisnya disebut Sex Lingkange. Biasanya gen dominan memperlihatkan pengaruhnya pada individu laki-laki atau jantan maupun perempuan atau betina. Baru dalam keadaan homozigot resesif pengaruh dominan itu tidak akan menampakkan diri dalam fenotif. Apabila kita meletakkan tangan kanan atau kanan kiri pada suatu alas yang terdapat suatu garis mendatar sedemikian rupa sehingga ujung jari manis menyentuh garis tersebut, maka kita dapat ketahui apakah jari telunjuk kita akan lebih panjang atau apakah lebih pendek dari jari manis. Pada kebanyakan orang jari telunjuk tidak akan mencapai garis tersebut yang mengidentifikasi bahwa suatu individu-individu mungkin mempunyai kandungan gen absolute yang sama ketidakaktifan kromosom menciptakan sub populasi dengan membedakan kandungan gen aktif (Suryo, 2008).    


BAHAN DAN MOTODE

            Praktikum pentang peranan gen yang dipengaruhi seks, dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 08 Desember 2012 pukul 13:30 WIB. Bertempat di gedung G3 UNIVERSITAS JAMBI. Adapun alat yang digunakan hari ini berupa bantalan stempel, kertas hvs, penggaris, alat tulis dan jari dari masing-masingprtaktikan.
            Prosedur kerja pada praktikum ini dibuat garis horizontal yang jelas pada selembar kertas, kemudian diletakkan tangan kanan atau kiri praktikan 3 buah jari bagian tengah diatas selembar kertas sehingga ujung jari telunjuk tepat menyinggung garis horizontal.

HASIL DAN PEMBAHASAN
HASIL
No.

Nama
Genotip
Fenotip
1
Daryanto
TT/Tt
Telunjuk pendek
2
Kiky Widyaloka
TT/Tt
Telunjuk pendek
3
Puja purnama
TT
Telunjuk pendek
4
Fitria mujayana
tt/Tt
Telunjuk panjang
5
Evi rositawati
tt/Tt
Telunjuk panjang
6
Evi saprilia
tt/Tt
Telunjuk panjang


PEMBAHASAN
Dari hasil pengamatan yang diperoleh kelompok memilki gen bertelunjuk pendek (TT dan Tt). Dengan persentase frekuensi fenotif untuk laki-laki bertelunjuk panjang (tt) adalah 0%, dan untuk perempuan bertelunjuk panjang (Tt dan tt) adalah 52%. Sedangkan frekuensi fenotif untuk laki-laki bertelunjuk pendek (TT dan Tt) adalah 32%, dan untuk perempuan bertelunjuk pendek (TT) persentasenya adalah 16%.

Frekuensi genotifnya, persentase genotif untuk laki-laki telunjuk pendek (TT) adalah 32%, telunjuk pendek (Tt) adalah 0%, telunjuk panjang (tt) adalah 0%. Jumlah genotif total untuk laki-laki bertelunjuk pendek (TT dan Tt) adalah 2 dan laki-laki bertelunjuk panjang (tt) adalah 0. Persentase genotif untuk perempuan telunjuk pendek (TT) adalah 16%, telunjuk panjang (Tt) adalah 0%, dan telunjuk panjang (tt) adalah 52%. Sehingga jumlah genotif total pada perempuan bertelunjuk pendek (TT) adalah 1 dan perempuan bertelunjuk panjang (Tt dan tt) adalah 3.

Berbedanya genotip pada setiap orang, dan adanya peranan gen seks pada percobaan kali ini memberikan gambaran pada kita bahwa tidak hanya gen yang terdapat pada genosom. Hal ini terjadi sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Gun, G (2006), bahwa terjadilah aliran informasi genetika yang terdapat dalam setiap sel makhluk hidup yang dikemas dalam suatu bentuk materi genetik yang dikenal sebagai asam deoksiribunukleat (DNA). Kode genetik yang ada di dalam DNA menentukan bagaimana protein disusun. Proses ekspresi gen merupakan aspek yang fundamental dalam setiap organisme.

Menurut Goodenough (1988) kebutuhan akan teknologi pengenalan karakteristik alami manusia semakin meningkat sangat cepat dalam beberapa dekade ini, seiring dengan bertambahnya kompleksitas dalam bidang keamanan dan kriminalitas. Untuk mengindentifikasi seseorang dapat dilihatdari ciri–ciri fisik karena setiap orang memiliki ciri–ciri yang unik dan tidak ada yang sama. Biometrik merupakan cabang matematika terapan yang bidang garapnya untuk mengindentifikasi individu berdasarkan ciri atau pola yang dimiliki oleh individu tersebut, misalnya bentuk wajah, sidik jari, warna suara, retina mata, dan struktur DNA.
Selain gen-gen yang terdapat pada kromosom kelamin dikenal pula gen-gen yang dipengaruhi oleh jenis kelamin. Sifat akan tampak dikedua jenis kelamin, tetapi salah satu jenis kelamin menampakkan ekspresi yang lebih besar dibandingkan dengan jenis kelamin lainnya. keadaan yang demikian disebut dengan  sex influence genes atau biasa disebut dengan gen yang dipengaruhi jenis kelamin (Suryo, 2008).


KESIMPULAN
Dari hasil praktikum yang telah dilakukan dan dari data yang telah diperoleh dapat disimpulkan bahwa jari penunjuk panjang itu lebih dominan pada perempuan. Dan ini dipengaruhi oleh gen yang ekspresinya dipengaruhi oleh sex. Genotif diri sendiri dan orang lain dapat ditentukan berdasarkan ukuran jari telunjuk masing-masing. Pada laki-laki jari telunjuk pendek homozigot dan heterozigot dominan terhadap jari telunjuk panjang yang resesif. Pada perempuan jari telunjuk pendek homozigot dominan terhadap jari telunjuk heterozigot dan homozigot resesif. 


DAFTAR PUSTAKA
Campbell. 2000. Biologi. Jakarta: Erlangga.
Goodenough, ursula.1988.Genetika.Penerbit.Erlangga: Jakarta
Hartati. 2006. Penuntun Praktikum Genetika. Makassar: Jurusan biologi FMIPA UNM.
Soepriyo, A. 1989. Dermatoglifik ensiklopedi nasional Indonesia 4.                          Adi:PustakaJakarta
Suryo. 2004. Genetika. Yogyakarta: UGM..
Suryo. 2008. Genetika Strata 1. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada





       PERTANYAAN PASCA PRAKTEK

1. Tuliskan sifat yang di pengaruhi oleh seks dan terpaut oleh seks ?

( JAWABAN )

1a. sifat yang di pengaruhi oleh seks adalah :
       Ada beberapa sifat yang dipengaruhi sex. Hal ini muncul karena adanya gen yang dominansinya tergantung dari jenis kelamin individu. Adanya sifat-sifat yang dipengaruhi oleh sex tersebut misalnya penderita kebotakan kebanyakan laki-laki, sedangkan pada wanita hanya rambutnya saja yang tipis. Gen penyebab kebotakan iini bersifat dominan pada pria dan resesif pada wanita. Misalnya saja jika gen B adalah gen dominan untuk kepala botak dan gen b untuk kepala yang tidak botak maka beberapa kemungkinan genotip pada pria dan wanita yang menentukan seorang menderita kebotakan atau tidak.
1b. terpaut oleh seks adalah :
Berdasarkan hasil peneletian, tidak kurang dari 60 gen ditemukan yang terpaut kromosom X pada manusia. Diantara gen-gen tersebut adalah gen-gen resesif. beberapa gen terpaut sex pada manusia dapat menimnulkan kelainan dan sering menyebabkan penyakit genetik, misalnya hemofilia dan buta warna. Gen terpaut seks pada manusia yang menimbulkan kelainan dan penyakit genetik

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar